At 26

IMG_20160728_215545

Alhamdulillah, hari ini, hari minggu, 31 juli 2016.

Aku sudah resmi berumur 26 tahun. Sorry not sorry but still I’m feeling like 22, gosh!

It’s a little surprise, dulu waktu masih berumur 17 tahun suka mikir, nyampe gak ya ke umur 25 tahun. Selalu inget kalo manusia itu punya variabel umur yang sangat bervariasi.

Haha, Oh iya aku juga dulu punya target menikah di usia 24 tahun.

Oh gosh, sudah lewat 2 tahun dari target ya. By the way it’s okay, no problem.

Doa dari sahabat sahabat ku pun banyak yang menyebut tentang jodoh, haduh. Makasih ya gengs 🙂

Walaupun sebenarnya aku juga ingin segera punya pasangan, tapi setelah baca beberapa postingan dari para penggiat socmed, aku pun sadar kalau hidup bukan sekedar cari jodoh.

Kenapa gak semaksimal mungkin gapai cita cita dan bikin ortu bahagia jika Allah masih memberi waktu untuk sendirian.

Iya sih, lagipula, aku lagi minta sama Allah supaya aku berjodoh sama dia. Haha, malu ih… Apa dia jodohku yang terbaik dari Allah? Apa aku jodoh yang terbaik dari Allah untuk dia?

Tapi kalau dia bukan jodohku, aku minta pada Allah agar bisa ikhlas dan diberikan pengganti yang lebih baik (duh sedih banget sih).

Jadi, sekarang aku putuskan untuk menikah di umur 28, is it good? Hehe, cukup ya gak ketuaan kan. Ini target fix, huhuhu. InsyaAllah ini juga, jika masih diberi kesempatan dan umur panjang. Aamiin.

Okay, stop talking about jodoh hehe, sekarang apa yang aku minta di usia 26 ini?

Aku meminta agar aku, mamah, bapa, kakak kakak dan keponakan ku sehat semuanya, diberi panjang umur, rezeki halal dan dicukupi dari segala nya.

Aku ingin punya pekerjaan baru yang baik dan halal dan juga menyenangkan, karena sekarang aku baru saja selesai dari pekerjaan lama ku. Hehhe, sedih sih, tapi ini sudah takdir, harus ikhlas, udah saatnya move on!

Aku juga ingin lulus kuliah S1 ku di akhir Oktober 2016 nanti. Ingin skripsi ku selesai dan Sidang skripsi ku lancar.

Aku ingin berlibur dengan sahabat ku, ingin hubungan pertemanan ini jadi lebih erat.

Aku sangat ingin sekali itu, haduh banyak inginnya, tapi… Ini lebih sedikit dari tahun kemarin, cita citaku jadi lebih mudah tidak serumit dulu 🙂

Iya, mudah mudahan do’a ini terkabul, aaamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Have a nice dream, readers.

Iklan

Jangan Dengarkan Mereka (yang tidak menghargai mimpi-mimpimu)

Dulu, saat usia 20 awal saya merasa hidup saya mengambang dan kosong.

Saya tak dapat memilih apa yang benar ingin saya lakukan dalam hidup. 

Karena saya terlalu mendengarkan orang lain dan memikirkan pikiran mereka tentang diri saya.

Saya telah membuang waktu untuk memikirkan mereka yang hanya bisa memberi kritik tanpa solusi.

Padahal hidup mereka tidak lebih baik dari kenyataan.

Mereka terlalu ikut campur, mengurus kehidupan orang lain yang tak ada hubungannya dengan diri mereka.

Hari ini dan seterusnya, saya tak mau memikirkan pikiran dan mendengar ucapan mereka lagi.

Saya hanya akan melakukan pekerjaan saya dengan sebaik baiknya. Insya Allah…

Dalam Penantian

2 tahun terakhir ini, aku membiasakan diriku hidup sendiri dan mandiri. Maksudnya,  berusaha untuk gak bergantung sama orang lain. Gak ansos kok, tetep bermasyarakat 🙂

Sedih sih, karena makin kesini makin sulit buat bisa main sama temen, hengot kesana kemari kaya dulu 😳😳.

Kenapa?

Karena… Satu per satu dari saudaraku, temanku dan sahabatku punya pacar, lalu mereka akan lebih sibuk dengan pacar pacarnya, lalu mereka akan sedikit lebih sulit ditemui.

Lalu… Akan sulit untuk bisa meluangkan waktu. Tik tok tik tok.

Lalu mereka akan menemuiku saat mereka galau dengan pacarnya, hahahhh hadeeeeh, kunaon atuh ari maraneh.

Apalagi jika mereka sudah menikah, pasti susah buat ketemu.

Ya ya ya… Hehehe, itulah hidup.

Hwaiting, itu tandanya aku juga harus cari… Jodoh?  Ya itu lah hahaha.

Mungkin sekarang aku sedang dalam masa penantian, bismillah saja (da aku mah apa atuh,  cuma bisa begini) 

#semangat #singlehappy

Cinta Sungguh Lucu

Cinta itu sungguh lucu ya, teman.

Mungkin 3 tahun lalu kamu begitu jatuh sejatuhnya pada seseorang. Merasa tak bisa hidup tanpanya, dan akan segera kehilangan jiwa jika tak berada di dekatnya.

Lalu di hari ini, kamu ternyata sadar bahwa kamu mencintai orang lain, orang baru, bukan dia yang 3 tahun lalu kamu nantikan.

Itulah cinta, begitu lucu bagiku. Karena dia bisa membuatku tinggi lalu jatuh sejatuhnya di waktu bersamaan. Membuatku bahagia dan sedih bersamaan.

Lalu melupakan kesedihan itu dalam beberapa waktu yang bagi orang terlalu lama untuk berpindah atau move on.

Karena itulah, aku berharap pada Allah agar aku hanya jatuh cinta pada jodohku saja.

Hanya pada Yang Maha Membolak-balikkan hati lah aku berharap.

Cinta sungguh lucu.

Bersyukurlah.

Yaa Allah… Hindarkanlah kami dari perbuatan mengemis, jadikanlah kami orang yang senantiasa mencari rezeki halal dengan tangan, tenaga dan keringat kami sendiri.

Agar engkau ridho dan selalu memberkahi kami, aamiin yaa Rabbal Aalamiin.

Diawali dengan do’a.

Hari ini, adalah hari pertama aku bertugas menjaga toko kue basah di kantin Telkom Indonesia “the world your hand”(hahaha lengkap 😂). Usaha kue basah ini milik temen kerja waktu masih bareng bareng di Stereo.

Kenapa kue basah? Karena belum ada usaha sejenis di kantin telkom, jadi kami berusaha menyediakan kebutuhan dari konsumen.(halah serius banget yah 😄).

Nah, apa sih yang menyenangkan dari berjualan makanan? Saat melihat konsumen bahagia makan makanan yang kamu sajikan, itu rasanya sangat menyentuh hati. Ini bukan soal makan, tapi soal perasaan. Ciyeee hahaha

Ya udah deh, semoga usaha dari kawan saya ini berhasil dan juga bermanfaat untuk lingkungan sekitar dan juga berkah tentunya. Aamiin yaa rabbal aalamiin. Sukses ya brother 😆.

 

Tulis lagi dan lagi

 

kemampuan menulisku jadi tumpul.

iya, karena aku sudah lama tidak menulis lagi

entah itu berupa cerpen ataupun blogging yang sering aku tulis dulu.

hmm, buku jurnalku pun sudah lama tak tersentuh.

entah karena kesibukan apa, hingga aku lupa akan tulisanku…

apa karena aku terlalu sibuk kerja dan juga dengan media sosial?

iya sih sepertinya begitu, kebabawa sama generasi Z nih.

Karena aku adalah generasi Y tulen, 90’s alias 90an banget.

sorry if i don’t really get into any social media, because i’d love to talk with real people

in real condition.

ya sudahlah, semoga aja tulisanku dan gaya tulisanku semakin berkembang dan lebih enak untuk dibaca.

hehehe.

 

 

Jaga Ayah dan Ibu, Tugas Anak Saat Sudah Dewasa

Sekarang aku tersadar, hmm Raisa banget sih intronya.

Tuh kan, sebenernya aku mau nulis sesuatu, tapi kok lupa lagi ya?

hmm, it’s about family or families okay, nevermind.

Jadi, dari kemarin aku melihat banyak orang tua (manula) alias yang sudah sepuh dan lanjut usia pergi sendirian.

terus, aku mendengar bahwa ada nenek-nenek yang hilang. mungkin dia lupa jalan pulang atau tersesat.

disitu aku mulai resah, mulai bertanya-tanya.

“Kenapa gak diantar sama anaknya ya?”

ingat gak sih kalau waktu kecil dulu kita adalah manusia mungil yang rapuh, tidak tahu siapa diri kita, tidak tahu jalan pulang, tidak bisa kemana-mana tanpa ditemani mama/papa atau sodara.

lalu, apa balasan buat orang tua kita yang tanpa sadar kita lihat telah menua…

waktu kita untuk bisa bersama dengan mereka pun terasa singkat.

kita sibuk dengan pekerjaan, hobby, muse dll. yang tanpa dirasa, menghabiskan waktu berkualitas yang kita punya.

bukankah Allah pun menghendaki kita untuk menyayangi orang tua seperti mereka menyayangi kita di waktu kecil?

itu adalah inti dari do’a anak terhadap orang tua. Sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.

jika saja sang anak berfikir “ibuku sudah sepuh, beliau harus dijaga baik-baik. tidak boleh dibiarkan sendirian kemana-mana. karena aku sayang ibu.”

mungkin nenek-nenek itu tidak akan hilang, tidak akan lupa jalan pulang, tidak akan tersesat. mungkin dia sedang menikmati secangkir teh yang dibuatkan cucunya…

cobalah untuk sedikit direnungkan.

Me, I love My Self

Hello, readers!

Hari kedua di bulan Desember ini apa udah bikin kamu jadi lebih baik di hari kemarin?

Cinta itu banyak bentuknya dan juga subjeknya, lho. Mencintai diri sendiri juga sebuah hal yang baik lho, bukan berarti narsis.

Mencintai diri sendiri itu kadang rasanya sulit, apalagi kalo kamu kurang respect sama diri kamu sendiri.

Misalnya, seperti kasus upload foto selfie di sebuah taman bunga Amarilis di Yogyakarta yang sedang mekar. Bukankah itu memalukan dirimu sendiri?

Bukankah memalukan diri sendiri adalah sikap aniaya yg kejam sama diri sendiri?

Wahai anak muda yang masih labil dan kesekarangan, cintailah dirimu dan jagalah dirimu, dengan cara apakah?

#1 Hargai dirimu seperti kamu menghargai orang lain. Dirimu terlalu berharga untuk dianggap rendah atau sepele 🙂

#2 Buatlah citra mengenai diri sendiri yang baik. Bukan untuk munafik, tapi apakah kamu senang dikenal sebagai pribadi yang tidak baik?

#3 berikan waktu luang untuk diri sendiri menikmati hidup, setelah segala aktifitas yang tiada habisnya.

Dengan catatan, menikmati hidup tanpa mengganggu kepentingan orang lain, ataupun umum.

#4 lebih dekatlah dengan Tuhan, sang Maha Pengasih dan Penyayang, insya Allah kamu bakal lebih sayang sama dirimu.

#5 impact dari mencintai diri sendiri akan berpengaruh ke lingkungan di sekitarmu juga, ya istilahnya feedback!

Dengan memahami dirimu, dan mengetahui apa kekurangan dan kelebihanmu, rasa cinta itu akan tumbuh untuk dirimu.

Sebelum kamu mencintai orang lain, cintailah dirimu dahulu, agar kamu bisa mencintai seseorang dengan rasa respek yang tinggi.

With Love,

Cichitcuit

Note: artikel ini dipinjem lagi buat socmed Stereo sama si admin, alias diriku hehehe.

Impian Kecilku…

Hello, December!

Semangat di hari pertama bulan Desember harus jadi pemacu buat ngejalanin hari di bulan special ini.

Setiap tahun, kita pasti punya tujuan kecil atau ‘cita-cita’ yang pengen diwujudkan. Hmm, misalnya aja pengen lulus ujian SIM?

Hehehe, cita-cita kecil adalah sebuah bentuk kehidupan yang lebih nyata. Dari situ kamu bisa menemukan apa sih passion kamu yg sebenarnya?

Nah, cita-cita kecil apa yang bisa kamu wujudkan di penghujung tahun ini? semuanya bisa terwujud kalo kamu ngelakuin tips ini.

#1 Jadi diri sendiri. Kamu punya mimpi kecil yang selalu diremehkan orang lain, percayalah bahwa mimpi itu akan terwujud.

Misalnya, kamu ingin mengajar anak jalanan. Walau itu keliatan remeh, tapi sebenarnya itu adalah cita-cita yg mulia.

#2 Fokus dengan mimpi kecilmu. Kalau mimpi-mimpimu yang kecil disatukan, bukankah itu akan jadi sesuatu yg lebih besar?

#3 Hindarilah untuk mendengarkan hambatan dari orang lain yang mencibir cita-cita kecil kita.

Jangan terlalu banyak bertanya, karena itu akan membuat kamu semakin tersesat.

#4 Sabar adalah obat yang manjur saat semua usaha sudah dikerahkan. Haceep…

Percayalah bahwa cita-cita kecilmu akan terwujud, karena kepercayaanlah yang membuat segalanya jadi mungkin.

#SalamManese #ditemaniAlunanmusikJazz #yangMengalirdiRadio

Note: artikel ini dipinjem sama mimin Stereo alias gue sendiri untuk dipublish di medsos Stereo 🙂

 

jerawat oh jerawat

Jerawat oh jerawat,

Dirimu sungguh keparat,

Hilang satu di jidat,

Tumbuh tiga di … (Manapun)

Aku sudah lama berperang melawan jerawat jerawat yang tumbuh di wajahku.

Aku kira, aku sudah membaca berbagai tips, artikel dan literatur mengenai cara menghindari jerawat, menghapus jerawat, menghilangkan jerawat dan banyak yang lainnya.

Gak keitung deh usahaku buat nyembuhin jerawat yang numbuh di muka ini.

Sedih, galau, gundah, gelisah, gara gara si jerawat malah makin bandel, makin sering tumbuh, apalagi waktu itu aku masih SMA, saat dimana aku lagi puber, hahaha.

Tapi, tahun demi tahun berlalu, akhirnya aku sadar, bahwa aku harus berdamai dengan kehadiran si jerawat ini.

Bukan berarti aku nyerah, tapi aku lelah menghadapi perlawanannya.

Setelah aku berdamai, entah kenapa jerawat itu pun menghilang dengan sendirinya.

Kayak yang malu buat tumbuh di mukaku lagi. Seolah dia kehilangan passion buat ngegodain aku supaya ngelawan dia. Kesel kan?

Alhamdulillah, jerawat itu pun akan pergi dengan sendirinya, tanpa harus terlalu banyak effort untuk mengusirnya.

Lalu? Jadilah manusia yang mau berdamai dengan jerawat. Supaya, lebih legowo aja sih.

Lagipula, jerawat hanya bagian kecil dari komponen masalah dalam hidup